.jpeg)
.jpeg)

Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, telah dilaksanakan kunjungan kerja Staff Khusus Komisi V DPR-RI bersama Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan kepada keluarga korban insiden KMP Aceh Hebat 2. Kegiatan yang berlangsung di Assembly Hall Politeknik Pelayaran Malahayati ini merupakan agenda penyerahan bantuan dan santunan kepada keluarga korban.
Bantuan dan santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Bapak Suharto, ATD., M.M., serta disaksikan oleh Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati, Bapak Ir. Andi Fiardi, S.T., M.T., CGRE, beserta seluruh jajaran manajemen dan sivitas akademika Politeknik Pelayaran Malahayati.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Sekretaris Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Ibu Nila Mutia, S.Pd., M.T.; Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Bapak Budi Rahardjo, S.Sos., M.Si.; KSOP Kelas IV Malahayati; General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh; Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat BPSDMP; Kepala Bagian Umum PPSDM Perhubungan Laut; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, serta perwakilan Alumni Poltekpel Malahayati.
Agenda ini merupakan wujud komitmen bersama seluruh pihak dalam memberikan dukungan, perlindungan, serta keberlanjutan pembinaan kepada taruna yang terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2. Melalui pemberian santunan ini diharapkan keluarga korban memperoleh dukungan moral maupun materiil sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Setelah prosesi penyerahan santunan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP). Forum ini menjadi wadah dialog dua arah antara Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan dengan keluarga korban. Melalui forum tersebut, Politeknik Pelayaran Malahayati membuka ruang seluas-luasnya bagi keluarga korban untuk menyampaikan masukan, saran, kritik, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan pelayanan dan pembinaan selama para taruna menempuh pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa FKP merupakan sarana evaluasi bersama untuk mendengarkan secara langsung pandangan keluarga korban terhadap penanganan insiden, sekaligus menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Pelayaran Malahayati. Seluruh masukan yang disampaikan keluarga korban akan menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.
Pada hari yang sama, Jumat siang, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan Komisi V DPR RI bersama Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan mengunjungi sebagian korban insiden KMP Aceh Hebat 2 yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kepada para korban beserta keluarga yang hingga saat ini masih menjalani proses pemulihan. Seluruh korban yang masih dirawat di RSUDZA terus mendapatkan penanganan medis dan pendampingan secara optimal selama masa pemulihan.
