


Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangka pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Mengusung tema “Edukasi Keselamatan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana di Dataran Tinggi”, kegiatan yang berlangsung pada 8–11 Agustus 2026 tersebut menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui edukasi kebencanaan, pelayanan kesehatan dasar, intervensi sosial, serta pemulihan psikososial masyarakat terdampak.
Pelaksanaan PkM melibatkan sejumlah mitra strategis, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan menyasar sejumlah desa terdampak bencana hidrometeorologi di kedua kabupaten.
Di Kabupaten Bener Meriah, rangkaian kegiatan dipusatkan pada sejumlah wilayah terdampak, meliputi Desa Sedie Jadi, Mupakat Jadi, Panteraya, Jamur Ujung, Rembune, Bandar Lampahan, serta lokasi hunian sementara (huntara) korban bencana di Desa Tunyang dan Desa Pantan Kemuning.
Pembukaan kegiatan di Kabupaten Bener Meriah dilaksanakan di lokasi huntara Desa Tunyang dan diikuti oleh masyarakat Desa Tunyang serta masyarakat Desa Pantang Kemuning. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI, Bapak H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P., yang diwakili oleh Bapak Zulfikar Muhammad, S.H., M.H.
Acara diawali dengan sambutan Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati, Bapak Dr. Ir. H. Andi Fiardi, S.T., M.T., CGRE. Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Bapak Ir. H. Armia.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekpel Malahayati menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat terdampak bencana tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan PkM di Kabupaten Aceh Tengah diawali dengan pembukaan yang berlangsung di Desa Kenawat. Kegiatan tersebut juga diawali dengan sambutan Direktur Poltekpel Malahayati, Bapak Dr. Ir. H. Andi Fiardi, S.T., M.T., CGRE., kemudian secara resmi dibuka oleh Anggota Komisi V DPR RI, Bapak H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P., yang diwakili oleh Bapak Zulfikar Muhammad, S.H., M.H.
Pembukaan di Kabupaten Aceh Tengah turut dihadiri Bapak Abshar, S.H., M.H., selaku Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatan dan SDM, reje setempat, serta unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran kegiatan PkM di Kabupaten Aceh Tengah meliputi Desa Kenawat, Waq Toweren, Mengaya, Mandale, Kelitu, Gegarang, dan Kala Segi.
Kegiatan PkM tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Salah satu fokus utama adalah kesiapsiagaan bencana, melalui edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mitigasi masyarakat dalam mengenali serta menghadapi risiko bencana di wilayah dataran tinggi.
Selain edukasi kebencanaan, Poltekpel Malahayati juga memberikan perhatian terhadap aspek pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana. Melalui kegiatan yang disiapkan secara khusus, masyarakat dan anak-anak diberikan ruang aman untuk mendapatkan dukungan psikososial dalam proses pemulihan pascabencana.
Aspek akses kesehatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Bersama mitra yang terlibat, masyarakat mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan komprehensif sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan kesehatan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan dukungan dan sinergi antara civitas akademika Poltekpel Malahayati, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan bencana di kemudian hari.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan lancar sesuai dengan rencana. Kebutuhan logistik dan pendukung kegiatan dapat didistribusikan secara optimal, sementara partisipasi masyarakat di lokasi sasaran menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah menjadi bagian dari komitmen Politeknik Pelayaran Malahayati untuk menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi pemulihan pascabencana.
Melalui edukasi, pelayanan kesehatan, pemulihan psikososial, dan penguatan sinergi kelembagaan, Poltekpel Malahayati berupaya memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang terukur sekaligus mendukung masyarakat untuk bangkit dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak berhenti di ruang akademik, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan ketangguhan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

